04/11/12

PEMIMPIN DAN PERUBAHAN


PEMIMPIN DAN PERUBAHAN

Dalam proses menciptakan suatu perubahan, seorang pemimpin dituntut memiliki sifat, "melihat", "bergerak", dan  "menyelesaikan". Pemimpin harus bisa "melihat" apa yang menjadi permasalahan disekitarnya maupun ditempat jauh yang kurang terperhatikan. Pemimpin dapat diibaratkan sebagai mata, ia bukanlah seorang yang sekedar bergerak acak. Namun seseorang yang melihat sesuatu secara visioner, sesuatu yang tidak/ belum terlihat oleh orang lain.
Pemimpin juga harus mampu menelaah mana informasi yang benar dan mana informasi yang salah. Ia harus mampu mengumpulkan pecahan informasi tersebut dan menyusun kembali menjadi sebuah gambar masa depan yang akan dicapainya. serta mempercayai gambaran masa depan yang diharapkan lalu bergerak cepat meresponnya.
Setelah melihat persoalan yang ada dan merancang gambaran tersebut, pemimpin juga harus membuka mata orang disekitarnya (bawahannya) utk dapat melihat juga persoalan tersebut dan juga memberikan "gambaran" masa depan itu.  Namun terkadang hal yang sulit untuk mengajak orang lain untuk dapat melihat, ada 4 alasan yang menyebabkan seseorang tidak dapat melihat, yaitu:
1.  Tidak ada "cahaya" sama sekali.
Ketiadaan "cahaya" akan membuat orang2 hidup dalam kegelapan, mereka akan bergerak secara acak, tanpa tujuan, dan tak bisa melihat keindahan. terkurung dalam ruang yang tertutup rapat, tak ada pergaulan dan tanpa interaksi dengan dunia luar.
Maka jawabannya, utk dapat melihat, manusia perlu mendatangkan cahaya, namun terkadang manusia yang terbiasa dengan kegelapan, akan merasa takut dengan cahaya. Mungkin bukan keindahan yang akan mereka lihat, melainkan ketakutan-ketakutan dan amarah.
Bangsa Prancis adalah bangsa yang dulu penduduknya jarang sekali bepergian ke luar negeri, maka ketika negerinya dipenuhi produk2 asing, seperti Euro Disneey, McDonald's, Keju Kraft, dll. Mereka cenderung bersikap negatif, mereka menganggap produk2 tersebut akan mengancam budaya mereka. Dan sejalan dibukanya pasar bebas Eropa, masyarakat Prancis mulai terbiasa bepergian ke luar negeri dan menerima kedatangan orang2 asing sembari tetap mempertahankan budaya mereka. Karena pada dasarnya manusia butuh cahaya yang "cukup" utk melihat namun harus dibatasi jangan terlalu terang dan menyilaukan. Karena kalau (lanjutannya pada alasan ke2)
2.  Terlalu banyak cahaya pun manusia juga tidak akan bisa melihat,
Saat manusia berada dalam cahaya yang terlalu terang, manusia pun akan menjadi buta. Suatu saat manusia akan mengalami masa kesenangan dan hidup dalam era kejayaan, menuai banyak pujian dan lain-lain, sehingga cahaya yang terlihat akan sangat terang. Cahaya yang terlalu terang akan membuat manusia berpikir, bahwa cahaya tersebut adalah segala2nya, Orang2 dengan cahaya yang terlalu terang, cenderung menyangkal peta/jalan baru, yang "cahaya"nya tidak seterang "milik"nya sekarang.
IBM yang pernah sukses dengan komputer mainframenya, mengabaikan pentingnya pasar PC. Xerox menyangkal fotokopi kecil yang petanya dirilis oleh Canon. Motorola menyangkal perkembangan teknologi digital yang dirintis Nokia. dan banyak lagi contoh yang dapat kita ambil, Perusahaan2 besar tersebut terlalu bangga dengan cahaya "yang silau" tersebut, sehingga mengabaikan peta/jalan lain utk mendapatkan cahaya yang lebih baik. Mereka lupa kalau "Orang2 yang disinari cahaya yang terlalu terang", akan terbutakan oleh cahaya itu sendiri."

3.  Peta yang salah
Seseorang yang berjalan bisa saja menulusuri hutan lebat dengan "cahaya yang pas" utk melihat dan tidak tersilaukan. Namun adakalanya dia tidak memiliki peta yang benar untuk dapat menuju dan melihat persoalan yang ada.
Pada awal tahun 1980-an, sejumlah ilmuwan dan pengusaha Jepang datang ke Indonesia menunjukan usaha tambak udang akan sangat menjanjikan.Ratusan petani tertarik dan mencoba mendapatkan kredit dari bank, tidak sedikit juga yang melakukan investasi besar2an. Alhasil, ketika panen pasokan udang berlebih dan harga udang merosot. Peta ini ternyata lebih banyak menguntungkan konsumen dan pembeli Jepang, investasi besar2an di sektor ini ternyata menyesatkan dan banyak pihak investor yang gulung tikar.
Hal diatas membuktikan, kalau kita harus menelaah dengan baik dulu mengenai peta yang akan kita gunakan. Jangan sampai kita tersesat hanya karena peta yang salah, dan berujung dengan ketidakmampuan utk melihat.


4.  Melihat dalam terowongan.
Seseorang dalam terowongan tidak bisa melihat apa yang terjadi diluar lingkarannya. Seringkali seseorang membiarkan diri  terperangkap dalam sempitnya berpikir dan hanya melihat dunia dengan kacamata myopi.  Ia hanya memantau persaingan sebatas apa yang bisa dia lihat, yaitu pesaing yang membuat penawaran yang sama, kerja yang sama, dll. Namun sering kali mengabaikan pesaing baru dengan penawaran yang berbeda.

Nescafe memetakan pesaingnya hanya sebagai pembuat kopi, dan mengabaikan Starbucks sebagai pesaing baru dengan penawaran minum kopi yang berbeda, Starbucks lebih menekankan minum kopi sebagai gaya hidup, minum kopi yang siap saji, dan tidak repot utk menyeduh kopi lagi. Nescafe yang memakai sifat "melihat dalam terowongan" tersebut, tentu tidak akan dapat melihat Starbucks, karena berbeda lingkaran dengan mereka. sehingga tidak dapat "melihat" mengapa penjualan mereka menurun.

Dari 4 alasan mengapa manusia tidak mampu utk melihat, terlihat kalau manusia seharusnya lebih berfikir terbuka, kritis, tidak sombong dan universal.  Agar kemampuan utk melihat tadi tumbuh sehingga kita dapat melihat persoalan2 yang ada.

HMMM, itu dulu lah sedikit tulisan dari "bujang muda" ini, masih banyak lagi sih yang mau ditulis, belum lagi masalah "Bergerak dan Menyelesaikan", krn setelah seorang pemimpin dapat mengajak anggotanya utk melihat, pemimpin harus mulai "bergerak", tanpa sebuah pergerakan maka persoalan tersebut hanya akan menjadi "hal terlihat" semata. pemimpin juga harus mengajak anggotanya utk "bergerak bersama menyelesaikan" persoalan yang ada. :) :) :)

TERIMAKASIH, UNTUK ORANG2 YANG SUDAH MENYEMPATKAN MEMBACA TULISAN PENDEK SAYA INI. (disadur dengan banyak perubahan dari buku Kasali, Ph. D, Rhenald. “Change”. 2005. Minjam dari Bang Febriki. hehehe)

"Tersenyumlah dan tularkanlah kebahagianmu kepada orang2 disekitarmu"
-DONI FAHRIZAL, AKUNTANSI 2011-

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

ditunggu komentar, kritik, dan saran yang sopannya :)