07/01/14

Skeptisme Profesional

Salah satu pernyataan dari dosen saya (pernyataan ini selalu saya ingat dimanapun)
“Seorang auditor itu memang harus memiliki sikap skeptis, namun bukan sembarang skeptis, tapi mesti SKEPTISME yang PROFESIONAL”

.Begitupun dengan hidup

---------------------------------------------------------------------------
Dalam KBBI, skeptis berarti :
1. kurang percaya; ragu-ragu (thd keberhasilan ajaran dsb): penderitaan dan pengalaman menjadikan orang bersifat sinis dan --

Sifat skeptis artinya sifat meragukan sesuatu. Tidak mau menerima dengan mudah apa adanya. Selalu meragukan sesuatu jika belum ada bukti yang benar-benar jelas. Jika ada cerita maka tidak langsung mempercayainya.

**kita contohin si Udin (U) dan Indro (I), temannya yang jail saat lagi bicarain si Surti (S) gebetan si Udin

I: Din, kemaren gue liat si Surti jalan sama om-om
U: eh, gile lu ndro, masa iya? gue kagak percaya (tetap tenang)

I: bener, gue g' boong. Kemaren gue liat di mall. Om-om nya pake kumis, kacamata hitam dan ganteng (Indro maho, Indro maho, Indro mahooo  -_-)
U: eh? mana buktinya? gue masih kagak picaya (Ini tanda Udin mulai skeptis dengan profesional, g' langsung percaya omongan orang lain tanpa bukti)

I: Ada din, kebetulan gue fotoin kemaren *Si Indro keluarin BBCnya (Blackberry Bikinan Cina dan nampilin foto hasil stalking kemaren)
U: *natep dalem-dalem foto dari HP Indro*... Jiah, ini bokapnya ndro, gue mah tahu nih, soalnya gue pernah berenang bareng calon mertua.

I: eh? iyekah? heh? maap Din, gue g' tau. Tapi,,, bokapnya Surti ganteng juga ya *kedip-kedip.. ;))
U: *muntah-muntah

*tiba-tiba surti datang.
S: ayang Udin, nih ada hadiah baju renang nih dari papa. kemaren Susur beli sama papa.
U dan I: *melongo

Note: Diatas hanya fiksi.
Disini Udin tidak lantas menganggap ucapan Indro itu benar namun tidak juga menyalahkannya (terbukti dengan sikap tenang udin dalam menanggapi pernyataan Indro). Kemudian Indro menambahkan keterangannya, “Om,-om berkumis dan pakai kacamata”

Disini Udin mulai bersikap skeptis dengan ucapan Indro dan meminta bukti terhadap pernyataannya. Keberadaan bukti sangat penting pada setiap pernyataan. Tidak lucu saja, jika Indro mengeluarkan pernyataan yang mengerikan, namun bukti tidak ada. Udin bisa saja langsung menghardik temannya dengan anggapan mengadu domba (Emang Udin domba apa?). Dan kebetulan Indro punya bukti.

Setelah diberikan bukti, Udin lantas tidak langsung mengiyakan pernyataan Indro. Udin menganalisa foto tersebut dalam-dalam (mastiin siapa om berkumis pake kacamata itu). Disinilah dibutuhkan pengalaman dan kecakapan dalam menganalisa suatu bukti. Dan karena sebelumnya ia punya pengalaman berenang bareng sama ayah Surti, akhirnya mendapat kesimpulan bahwa om-om kumisan itu adalah ayah si Surti


-----------------------------------------------------------------------
Nah, balik lagi sama bahasan awal tentang skeptisme auditor.

Skeptisme seorang auditor harus bersifat profesional.
Dosen saya menjelaskan skeptisme profesional dengan sederhana.
yaitu:
"Tidak memandang seseorang itu buruk dan tidak pula memandang bahwa ia baik."

Keragu-raguan memang harus tetap ada, namun keraguan tersebut tidak lantas membuat kita berpikir buruk terhadap sesuatu (dalam hal ini keakuratan laporan keuangan).

Namun, selain menghilangkan pikiran negatif terhadap LK, skeptisme profesional juga menekankan kita untuk tidak berfikir bahwa LK tersebut sudah bagus. Dosen saya bahkan pernah berkata seperti ini.
"Bahkan jika saya menjadi tim penyusun LK dan kalian menjadi Auditornya. Kalian tidak boleh mempercayai bahwa LK yang saya buat itu tanpa kesalahan. Kalian tetap harus meragukannya dan mencari kebenarannya. Karena, Itu merupakan sikap skeptisme profesional"

Disini seorang auditor harus bersikap netral. LK yang akan di audit harus diragukan kebenarannya (tidak langsung menganggap salah, hanya meragukan). Setelah keraguan muncul, baru si Auditor mencari bukti mengenai LK tersebut. Setelah mendapatkan bukti si Auditor mulai menganalisanya. Dalam tahap menganalisa inilah, pengalaman auditor tersebut dibutuhkan. Pengalaman tentang audit yang pernah dilakukannya sebelum ini.

Setelah memiliki keyakinan yang memadai. Baru si Auditor bisa mengambil kesimpulan apakah LK tersebut sudah sesuai dengan aturan yang berlaku atau tidak. Dan yang terakhir mengeluarkan kesimpulan berupa opini yang tepat tentang laporan keuangan tersebut.


--Ya, kira-kira begitulah. Skeptisme seorang auditor harus dilandasi sikap yang profesional--.

2 komentar:

  1. Berburuk sangka dan cepat mengambil keputusan juga ajan berakibat kurang baik

    BalasHapus
  2. Yap, itulah mengapa skeptisme harus diperlakukan secara profesional :D
    *salam kenal

    BalasHapus

ditunggu komentar, kritik, dan saran yang sopannya :)