Salah satu pernyataan
dari dosen saya (pernyataan ini selalu saya ingat dimanapun)
“Seorang auditor itu memang harus memiliki sikap skeptis, namun bukan sembarang skeptis, tapi mesti SKEPTISME yang PROFESIONAL”
.Begitupun
dengan hidup
---------------------------------------------------------------------------
Dalam KBBI, skeptis
berarti :
1. kurang percaya;
ragu-ragu (thd keberhasilan ajaran dsb): penderitaan
dan pengalaman menjadikan orang bersifat sinis dan --
Sifat skeptis artinya
sifat meragukan sesuatu. Tidak mau menerima dengan mudah apa adanya. Selalu
meragukan sesuatu jika belum ada bukti yang benar-benar jelas. Jika ada cerita
maka tidak langsung mempercayainya.
**kita contohin si Udin
(U) dan Indro (I), temannya yang jail saat lagi bicarain si Surti (S) gebetan
si Udin
I: Din, kemaren gue
liat si Surti jalan sama om-om
U: eh, gile lu ndro,
masa iya? gue kagak percaya (tetap tenang)
I: bener, gue g' boong.
Kemaren gue liat di mall. Om-om nya pake kumis, kacamata hitam dan ganteng
(Indro maho, Indro maho, Indro mahooo
-_-)
U: eh? mana buktinya?
gue masih kagak picaya (Ini tanda Udin mulai skeptis dengan profesional, g'
langsung percaya omongan orang lain tanpa bukti)
I: Ada din, kebetulan
gue fotoin kemaren *Si Indro keluarin BBCnya (Blackberry Bikinan Cina dan
nampilin foto hasil stalking kemaren)
U: *natep dalem-dalem
foto dari HP Indro*... Jiah, ini bokapnya ndro, gue mah tahu nih, soalnya gue
pernah berenang bareng calon mertua.
I: eh? iyekah? heh?
maap Din, gue g' tau. Tapi,,, bokapnya Surti ganteng juga ya *kedip-kedip.. ;))
U: *muntah-muntah
*tiba-tiba surti
datang.
S: ayang Udin, nih ada
hadiah baju renang nih dari papa. kemaren Susur beli sama papa.
U dan I: *melongo
Note:
Diatas hanya fiksi.
Disini Udin tidak
lantas menganggap ucapan Indro itu benar namun tidak juga menyalahkannya (terbukti
dengan sikap tenang udin dalam menanggapi pernyataan Indro). Kemudian Indro menambahkan
keterangannya, “Om,-om berkumis dan pakai kacamata”
Disini Udin mulai bersikap
skeptis dengan ucapan Indro dan meminta bukti terhadap pernyataannya. Keberadaan
bukti sangat penting pada setiap pernyataan. Tidak lucu saja, jika Indro mengeluarkan
pernyataan yang mengerikan, namun bukti tidak ada. Udin bisa saja langsung
menghardik temannya dengan anggapan mengadu domba (Emang Udin domba apa?). Dan
kebetulan Indro punya bukti.
Setelah diberikan
bukti, Udin lantas tidak langsung mengiyakan pernyataan Indro. Udin menganalisa foto tersebut dalam-dalam (mastiin
siapa om berkumis pake kacamata itu). Disinilah dibutuhkan pengalaman dan
kecakapan dalam menganalisa suatu bukti. Dan karena sebelumnya ia punya pengalaman berenang bareng sama ayah Surti,
akhirnya mendapat kesimpulan bahwa
om-om kumisan itu adalah ayah si Surti
-----------------------------------------------------------------------
Nah, balik lagi sama
bahasan awal tentang skeptisme auditor.
Skeptisme seorang
auditor harus bersifat profesional.
Dosen saya menjelaskan
skeptisme profesional dengan sederhana.
yaitu:
"Tidak memandang seseorang itu buruk dan tidak pula memandang bahwa ia baik."
Keragu-raguan memang
harus tetap ada, namun keraguan tersebut tidak lantas membuat kita berpikir
buruk terhadap sesuatu (dalam hal ini keakuratan laporan keuangan).
Namun, selain
menghilangkan pikiran negatif terhadap LK, skeptisme profesional juga
menekankan kita untuk tidak berfikir bahwa LK tersebut sudah bagus. Dosen saya
bahkan pernah berkata seperti ini.
"Bahkan jika saya menjadi tim penyusun LK dan kalian menjadi Auditornya. Kalian tidak boleh mempercayai bahwa LK yang saya buat itu tanpa kesalahan. Kalian tetap harus meragukannya dan mencari kebenarannya. Karena, Itu merupakan sikap skeptisme profesional"
Disini seorang auditor
harus bersikap netral. LK yang akan di audit harus diragukan kebenarannya (tidak langsung menganggap salah, hanya
meragukan). Setelah keraguan muncul, baru si Auditor mencari bukti mengenai LK tersebut. Setelah mendapatkan bukti si
Auditor mulai menganalisanya. Dalam
tahap menganalisa inilah, pengalaman
auditor tersebut dibutuhkan. Pengalaman tentang audit yang pernah dilakukannya
sebelum ini.
Setelah memiliki
keyakinan yang memadai. Baru si Auditor bisa mengambil kesimpulan apakah LK tersebut sudah sesuai dengan aturan yang
berlaku atau tidak. Dan yang terakhir mengeluarkan kesimpulan berupa opini yang
tepat tentang laporan keuangan tersebut.
--Ya,
kira-kira begitulah. Skeptisme seorang auditor harus dilandasi sikap yang
profesional--.

Berburuk sangka dan cepat mengambil keputusan juga ajan berakibat kurang baik
BalasHapusYap, itulah mengapa skeptisme harus diperlakukan secara profesional :D
BalasHapus*salam kenal