07/01/14

Skeptisme Profesional

Salah satu pernyataan dari dosen saya (pernyataan ini selalu saya ingat dimanapun)
“Seorang auditor itu memang harus memiliki sikap skeptis, namun bukan sembarang skeptis, tapi mesti SKEPTISME yang PROFESIONAL”

.Begitupun dengan hidup

02/12/13

Bentuk

Aku melihatnya, di dalam mimpi yang ku impikan.
Aku melangkah menuju rumah,
Ia melangkah menuju rumah,
Kita sama-sama melangkah memasuki rumah.

Rambutnya panjang,
diputar di belakang kepala,
diikatnya dengan rambut sendiri.
Tambah bulat wajah itu,

15/11/13

Lucon

*Syuuuur* (Anggap aja bunyi toilet disiram)
"Ah,, legaaa. Eh? *kaget. Siapa kalian? ngintip saya :poop: ya?"

"G' mas, aku cuma nungguin mas nya selesai :poop:"

-____-'a,     "ada perlu apa?"

"Gini mas, saya mau nanya nih, bolehkan?"

"Nanya apa?" (masang tampang curiga)

"Gimana pendapat mas mengenai kebiasaan lucon saat ini?"

"Lucon? maksud kalian komedi?"

"Ha, iya mas. Sekarang kan banyak jenis lucon, mas bisa jelasin g' beberapa sama pendapat mas tentang jenis tersebut"

"Hmm..(mikir bayaran), yo weis lah. Aku kebetulan habis bikin tulisan ttg lucon mu itu. Mending kamu baca aja. Ntar aku kopiiin di bawah."

"Ok mas. Saya kopi pait aja."

"Pait mbahmu. c>_<"

#cekidot

Lucon nih?


--------------------------------------------------------------------------------------------------------

Media Berpolitik

Aduuuh, ehhm, ehhmm.
cek sound, satu, tes, dua, tes, tiga.
ok. sip. dah

Assalammu'alaikum bapake, ibuke, kakake, adike, neneke, dan eek. -_-, #eh? abaikan kabeh.
Gue nyoba nulis lagi nih (eh, bukan nyoba juga sih, tapi memang udah dipikirin).

Ini tulisan Gue yang beberapa waktu lalu diterbitin di SKK Ganto (klu g' tahu, googling dulu deh), tulisan ini cuma mau nyampein unek-unek hasil mikir semalaman di toilet (ampe ketiduran) #ah, masa?# 

Tentang Media jurnalisme yang seharusnya independen dan berimbang, malah menjadi "fasilitator" pencitraan bagi elite politik (gimana g' mikir tuh). Ok deh, kalau pada penasaran langsung baca aja. Ini kopas langsung dari tulisan gue di netbook dan bukan suntingan redaktur. cekidot dibawah :--)


NAMPANG!!!!!
-----------------------------------------------------------------------------------------------------------

22/09/13

Hari ini, curhatan sangtigabelas

Gue pikir kesialan itu g' akan mungkin ada. Kalau g' ada kesalahan.
G' mungkin juga muncul tiba-tiba, tanpa ada angin.
Atau tiba-tiba rencana yang udah dirancang sempurna, bakal berantakan
Tapi gue percaya, kesialan hari ini bakal terobati.

Hari ini gue dapetin pengalaman paling mantap, gw g' nyangka kalau duit bakal berpengaruh banget.

hari ini gue bangun pagi banget. gue mulai siap-siap mandi, nyuci, makan, dan pake pakaian ganteng.
gue siapin cucian yang udah seember yang gue tumpuk selama seminggu.
udah gue rendem 2 hari
dan bau-nya juga "menyenangkan"

setengah jam, gue selese-in semua tumpukan benang itu. gue rendem pake pengharum. gue jemur. lalu gue tinggal mandi.
sip, habis mandi dan udah harum, gue pilih baju sama celana yang kira-kira bikin gue nyaman.
sip, udah rapi, udah g' bau lagi, gue siap berangkat.

gue keluarin motor, gue starter, ntu motor nyala.
panasin 5 menit, gue lantas terbang menuju Ganto.

Setibanya gue di Ganto, udah ada beberapa temen yang sibuk nge-cek updetan mereka punya jejaring.
g' gue perhatiin semua, gue tuju seorang teman (cewek).
dan gue bisikin dengan perlahan
"Hei, lo udah siap feature g'?"
"Belum bang, abang udah?"
"sama"
"Ayo kita cari,"
"kemana?"
"Padang teater"
"Dimana tuh?"
"Tempat loak buku."
"Idenya?"
"Bang, sih mau ngangkatin kisah seorang wanita penjual burung"
"Penjual...?! Penjual burung?"
"Jangan ngeres, maksudnya penjual  burung hias"
"ooo"
"mau?"
"pikir dulu"

18/09/13

sedikit

tiang bambu tegak kokoh
halangi penyusup yang nak curi hatinya.
namun atasnya kosong terbuka.
tiang bambu dipanjatnya.

ia masuk celingak-celinguk.
mencari hati yang didamba.
harapnya pupus  di depan mata.
dibelah kapak si penjaga.

Malangnya.
Ia salah, ia ganggu hati.
hati bukan hatinya.